Menu
Break Point Analysis

Test Corona: Ulasan Seputar Fakta Virus Corona yang Perlu Anda Ketahui

Penularan virus corona berawal dari hewan liar lalu ke manusia dan menyebar dari manusia ke manusia dari cairan yang dikeluarkan dari sistem pernapasan. Air liur tersebut keluar saat sedang bersin, batuk maupun berbicara. Selain itu dapat menyebar dari sentuhan maupun berjabat tangan dengan orang yang telah terinfeksi dan menyentuh permukaan yang memiliki virus lalu menyentuh area mulut, hidung maupun mata. SARS-CoV-2 dapat hidup diluar area manusia seperti permukaan tembaga selama 24 jam, karton selama 24 jam dan stainless steel hingga 3 jam. WHO menyatakan bahwa corona mampu bertahan di udara dan membuatnya telah menular dan dinyatakan setelah test corona Positive RT-PCR Test Results in Patients Recovered From Covid-19.


Test corona yang dilakukan di negara Indonesia membutuhkan waktu sehari dengan pemeriksaan dari sampel tes yang dinyatakan langsung oleh Litbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Prosedur pemeriksaan dari Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan telah memiliki alat yang sudah sesuai dengan standar dari WHO. Alur pemeriksaan oleh Balitbangkes dengan spesimen dari rumah sakit sebagai rujukan, lalu menerima spesimen, adanya pemeriksaan spesimen dan pelaporan lalu mengirimkan spesimen menuju Balitbangkes dan menerima setidaknya 3 spesimen pada 1 pasien yang sedang diuji. Lalu selanjutnya spesimen akan diterima lalu diekstraksi untuk diambil RNA dan setelah mendapatkan RNA akan masuk dalam tahap PCR. Setelah dimasukkan pada mesin dan akan dibaca oleh spektrofotometer. Untuk hasil positid akan ditunjukkan dengan kurva sigmoid dan negatif dengan kurva datar.

Fakta dari adanya virus corona adalah cuaca dingin maupun panas tidak akan mencegah adanya virus dan hanya dengan membersihkan tangan akan menghilangkan virus dan menghindarkan diri dari infeksi ketika akan menyentuh hidung, mata dan mulut. Cuaca dingin hingga bersalju sekalipun tidak mampu membunuh virus corona dan mandi air panas tidak akan mencegah infeksi corona. Virus corona tidak mampu ditransmisikan dari barang atau produk dari negara yang memiliki virus.

Virus corona juga tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk dan pengering tangan tidak efektif untuk mencegah virus oleh sebab itu cuci tangan terlebih dahulu. Sebaiknya jangan menggunakan lampu UV untuk area kulit ketika akan mensterilkannya, alat pendeteksi suhu badan tidak menjamin adanya virus, interval seorang terinfeksi jika mengalami demam dalam waktu 2 hingga 10 hari. Sebaiknya juga jangan menyemprotkan berbagai klorin dan alkohol ke seluruh bagian tubuh karena hanya akan mendisinfeksi permukaan dan digunakan untuk rekomendasi yang tepat.

Saat ini belum ada vaksin yang menunjukkan kemampuan untuk membunuh virus coona dan vaksin dalam tahap penelitian dan percobaan. Bawang putih dan air garam yang dipercaya mampu melawan infeksi tidak mampu memberikan perlindungan diri dari virus corona. Semua orang dapat terjangkit penyakit ini apabila memiliki penyakit jantung, asma, diabetes akan lebih rentan karena imunitas cenderung lemah. Obat antibiotik yang kini telah banyak disalahartikan tidak mampu membunuh virus, hanya bakteri.

Test corona telah dilakukan dengan rapid test dengan memeriksa imunoglobulin dengan skrining awal. Jika positif dan tidak menunjukkan gejala dan menjadi pembawa virus dan selanjutnya melakukan PCR. RT-PCR merupakan tes dengan mengambil cairan pada saluran pernapasan dan sering digunakan adalah dengan swab. Metode ini menggunakan cara usapan kapas untuk pengambilan sampel lendir pada tenggorokan.